Khaulah Binti Tsa’labah (Wanita Yang Aduannya Didengar Allah Dari Langit Ketujuh)
Beliau adalah Khaulah binti Tsa`labah bin Ashram bin Fahar bin
Tsa`labah Ghanam bin ‘Auf. Beliau tumbuh sebagai wanita yang fasih dan
pandai. Beliau dinikahi oleh Aus bin Shamit bin Qais, saudara dari
Ubadah bin Shamit r.a yang beliau menyertai perang Badar dan perang Uhud
dan mengikuti seluruh perperangan yang disertai Rasulullah saw. Dengan
Aus inilah beliau melahirkan anak laki-laki yang bernama Rabi`.
This Site Is Just For Fun. There's nothing to fear cz there's only feel to heal. All the word is written by Ella.
Showing posts with label TrueStory. Show all posts
Showing posts with label TrueStory. Show all posts
Saturday, July 21, 2012
Wanita Yang Menolak Pinangan Rasulullah
Wanita itu adalah Ummu Hani r.a. Nama sebenarnya adalah Fakhitah binti
Abi Thalib bin Abdul Muthalib. Ia berasal dari kabilah Ouraisy dari
keturunan Bani Hasyim. Ummu Hani r.a adalah saudara kandung Ali bin Abi
Thalib r.a.
Sebelum Rasulullah saw menerima wahyu, beliau pernah meminang Ummu Hani melalui pamannya, Abu Thalib, yang juga ayah Ummu Hani. Sayangnya, sang ayah telah mengikat perjanjian dengan Habirah bin Abi Wahab yang telah meminang putrinya terlebih dahulu dan Ummu Hani pun menerima pinangan Habirah.
Ketika Islam makin berkembang, Ummu Hani menjadi pemeluk Islam. Namun, suaminya tetap bertahan dengan kekafirannya. Mereka pun berpisah dan Ummu Hani r.a hidup menjanda bersama anak-anaknya.
Kemudian Rasulullah saw meminang kembali Ummu Hani untuk kedua kalinya.
Sebelum Rasulullah saw menerima wahyu, beliau pernah meminang Ummu Hani melalui pamannya, Abu Thalib, yang juga ayah Ummu Hani. Sayangnya, sang ayah telah mengikat perjanjian dengan Habirah bin Abi Wahab yang telah meminang putrinya terlebih dahulu dan Ummu Hani pun menerima pinangan Habirah.
Ketika Islam makin berkembang, Ummu Hani menjadi pemeluk Islam. Namun, suaminya tetap bertahan dengan kekafirannya. Mereka pun berpisah dan Ummu Hani r.a hidup menjanda bersama anak-anaknya.
Kemudian Rasulullah saw meminang kembali Ummu Hani untuk kedua kalinya.
IYYAKA NA'BUDU....
Kisah ini diceritakan oleh Syaikh Akbar Ibnu Arabi dalam kitabnya Al Futuhat Al Makkiyah. Berikut petikannya:
Seorang ustadz bercerita bahwa ia memiliki seorang murid kecil yang terbiasa membaca Al Quran kepadanya. Suatu hari, ia melihat wajah muridnya sayu. Ia pun bertanya tentang kondisi murid itu kepada teman-temannya. Ada yang menjawab bahwa anak itu telah shalat malam dengan mengkhatamkan seluruh Al Quran.
Ia lalu bertanya kepadanya, “Wahai anakku, saya diberitahu bahwa kamu semalam mengkhatamkan seluruh Al Quran dalam shalatmu.”
“Benar, ustadz.” jawab murid itu.
“Wahai anakku, nanti malam, bayangkanlah wajahku di depanmu sewaktu kamu shalat lalu bacalah Al Quran di hadapanku dan jangan kamu lalai.”
“Ya, ustadz.”
Friday, June 22, 2012
Kisah Seorang Ibu Yang Mendidik Anaknya
Ada seorang istri, ia seorang hafidzah dan memiliki ilmu agama sangat
baik. Wanita tersebut memberikan pendidikan kepada anaknya berumur tujuh
tahun yang seorang bisu dan tuli. Suami dari wanita ini merupakan
seorang pendosa. Wanita ini dengan segenap ilmunya berusaha menyadarkan
suaminya, namun belum juga berhasil. Namun wanita ini memiliki perhatian
yang khusus dan lebih kepada anaknya yang cacat ini. Ia memberikan
pendidikan yang baik kepada anaknya yang cacat ini dengan penuh kesabaran.
Pada suatu ketika anaknya yang bisu dan tuli ini menatap wajah ayahnya dengan tatapan tajam dan memeberi isyarat, “Wahai Ayah, sholatlah! Apakah Engkau tidak takut kepada siksa dan azab Allah?”.
Pada suatu ketika anaknya yang bisu dan tuli ini menatap wajah ayahnya dengan tatapan tajam dan memeberi isyarat, “Wahai Ayah, sholatlah! Apakah Engkau tidak takut kepada siksa dan azab Allah?”.
Aku nikahkan suamiku dengan 72 Bidadari
Dibawah ini adalah sebuah surat yang ditulis oleh saudari kita yang telah merelakan suaminya pergi di jalan Jihad, berikut curahan hati istri seorang Mujahid selama waktu penantian, sampai akhirnya ukhti kita ini mendapatkan kabar kesyahidan suaminya.
Semoga Alloh merahmati mereka berdua dan mengumpulkan keduanya kelak di Jannatul Firdaus
***
SubhanAllah, apakah ada orang yang ingin untuk berbuat seperti itu?
seorang saudari memberitahukan kita…..
Do'a Yang Menggetarkan
Mulanya
sang Ibu tidak begitu terkejut melihat putranya pergi ke masjid
menunaikan shalat jamaah lima kali dalam sehari semalam. Bahkan, tampak
seakan ia tidak rela bila buah hatinya yang masih kanak-kanak
melaksanakah semua shalat lima waktu. Baginya, sang anak masih terlalu
hijau untuk melaksanakan shalat. Seolah shalat telah merampas buah
hatinya, dan tidak memberinya manfaat. Shalat telah membuat anaknya
penat, dan sungguh tidak menyenangkan. Shalat hanya menyia-nyiakan waktunya dan tidak membuatnya disiplin.
Namun sungguh menakjubkan, di usianya yang tidak lebih dari sepuluh tahun, si anak dengan polos menjawab kegalauan ibunya. Ia menolak dengan halus keinginan ibunya –agar ia tidak perlu bersusah payah untuk shalat-,
Namun sungguh menakjubkan, di usianya yang tidak lebih dari sepuluh tahun, si anak dengan polos menjawab kegalauan ibunya. Ia menolak dengan halus keinginan ibunya –agar ia tidak perlu bersusah payah untuk shalat-,
Kisah Masuk Islamnya Seorang Dokter Amerika Karena Satu Ayat Al-Qur’an
Kisah ini terjadi pada salah satu rumah sakit di Amerika Serikat.
Di rumah sakit tersebut, seorang dokter muslim bekerja dengan keilmuan yang sangat baik, sehingga memberi pengaruh besar untuk mengenal beberapa dokter Amerika. Dan dia, dengan kemampuan tersebut mengundang decak kagum mereka. Diantara para dokter Amerika ini, dia mempunyai satu teman akrab yaitu orang yang memiliki kisah ini. Mereka berdua selalu bertemu dan keduanya bekerja pada bagian persalinan.
Pada suatu malam, di rumah sakit tersebut terjadi dua peristiwa persalinan secara bersamaan. Setelah kedua wanita itu melahirkan, dua bayi tersebut tercampur dan tidak ada yang mengetahui masing-masing pemilik kedua bayi yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu. Kerancuan ini terjadi disebabkan
Bukti Keutamaan Ayat Kursi
Ini kisah nyata dari Amerika (US) sekitar tahun 2006. Pengalaman nyata seorang muslimah asal Asia yang mengenakan jilbab.
Suatu hari wanita ini berjalan pulang dari bekerja dan agak kemalaman . Suasana jalan setapak sepi . Ia melewati jalan pintas.
Di ujung jalan pintas itu, dia melihat ada sosok pria Kaukasian. Ia menyangka pria itu seorang warga Amerika . Tapi perasaan wanita ini agak was-was karena sekilas raut pria itu agak mencurigakan seolah ingin mengganggunya.
Dia berusaha tetap tenang dan membaca kalimah Allah. Kemudian dia lanjutkan dengan terus membaca
Suatu hari wanita ini berjalan pulang dari bekerja dan agak kemalaman . Suasana jalan setapak sepi . Ia melewati jalan pintas.
Di ujung jalan pintas itu, dia melihat ada sosok pria Kaukasian. Ia menyangka pria itu seorang warga Amerika . Tapi perasaan wanita ini agak was-was karena sekilas raut pria itu agak mencurigakan seolah ingin mengganggunya.
Dia berusaha tetap tenang dan membaca kalimah Allah. Kemudian dia lanjutkan dengan terus membaca
Perjalanan Panjang Seorang Wanita Mualaf Rusia
Awal mulanya…Ia seorang gadis Rusia, berasal dari keluarga yang taat
beragama, akan tetapi ia seorang penganut kristen ortodox yang sangat
fanatik dengan kristennya.Salah seorang pedagang Rusia menawarinya untuk
pergi bersama dengan sekelompok gadis-gadis ke negara teluk untuk
membeli alat-alat elektronik yang kemudian akan dijual di Rusia.
Demikianlah awal kesepakatan antara pedagang dengan gadis-gadis
tersebut.
Ketika mereka telah sampai di sana, laki-laki itu mulai
menampakkan taringnya dan mengungkapkan niat jahatnya. Ia menawarkan
kepada gadis-gadis tersebut profesi tercela. Ia mulai merayu mereka
dengan harta yang melimpah dan hubungan yang luas, sampai sebagian besar
gadis-gadis itu terpedaya dan akhirnya menerima idenya, kecuali wanita
yang satu ini. Ia sangat fanatik dengan agama kristennya sehingga ia
menolak.
Laki-laki itu menertawakannya seraya berkata, "Engkau di
negeri ini tersia-sia, engkau tidak memiliki apapun selain pakaian yang
engkau pakai …
Malam Pesta Seorang Pengantin Wanita Muslimah
Kisah nyata yang diceritakan oleh Syaikh Abdul Muhsin Al Ahmad ini terjadi di Abha, ibu kota Provinsi Asir Arab Saudi.
“Setelah melaksanakan shalat Maghrib dia berhias, menggunakan gaun pengantin putih yang indah, mempersiapkan diri untuk pesta pernikahannya. Lalu dia mendengar azan Isya, dan dia sadar kalau wudhunya telah batal.
Dia berkata pada ibunya : “Bu, saya mau berwudhu dan shalat Isya.”
Ibunya terkejut : “Apa kamu sudah gila? Tamu telah menunggumu untuk melihatmu, bagaimana dengan make-up mu? Semuanya akan terbasuh oleh air.”
“Setelah melaksanakan shalat Maghrib dia berhias, menggunakan gaun pengantin putih yang indah, mempersiapkan diri untuk pesta pernikahannya. Lalu dia mendengar azan Isya, dan dia sadar kalau wudhunya telah batal.
Dia berkata pada ibunya : “Bu, saya mau berwudhu dan shalat Isya.”
Ibunya terkejut : “Apa kamu sudah gila? Tamu telah menunggumu untuk melihatmu, bagaimana dengan make-up mu? Semuanya akan terbasuh oleh air.”
Subscribe to:
Comments (Atom)
