Pages

Friday, June 22, 2012

Kisah Seorang Ibu Yang Mendidik Anaknya

Ada seorang istri, ia seorang hafidzah dan memiliki ilmu agama sangat baik. Wanita tersebut memberikan pendidikan kepada anaknya berumur tujuh tahun yang seorang bisu dan tuli. Suami dari wanita ini merupakan seorang pendosa. Wanita ini dengan segenap ilmunya berusaha menyadarkan suaminya, namun belum juga berhasil. Namun wanita ini memiliki perhatian yang khusus dan lebih kepada anaknya yang cacat ini. Ia memberikan pendidikan yang baik kepada anaknya yang cacat ini dengan penuh kesabaran.

Pada suatu ketika anaknya yang bisu dan tuli ini menatap wajah ayahnya dengan tatapan tajam dan memeberi isyarat, “Wahai Ayah, sholatlah! Apakah Engkau tidak takut kepada siksa dan azab Allah?”.

Aku nikahkan suamiku dengan 72 Bidadari



Dibawah ini adalah sebuah surat yang ditulis oleh saudari kita yang telah merelakan suaminya pergi di jalan Jihad, berikut curahan hati istri seorang Mujahid selama waktu penantian, sampai akhirnya ukhti kita ini mendapatkan kabar kesyahidan suaminya.

Semoga Alloh merahmati mereka berdua dan mengumpulkan keduanya kelak di Jannatul Firdaus

***

SubhanAllah, apakah ada orang yang ingin untuk berbuat seperti itu?

seorang saudari memberitahukan kita…..

Do'a Yang Menggetarkan

Mulanya sang Ibu tidak begitu terkejut melihat putranya pergi ke masjid menunaikan shalat jamaah lima kali dalam sehari semalam. Bahkan, tampak seakan ia tidak rela bila buah hatinya yang masih kanak-kanak melaksanakah semua shalat lima waktu. Baginya, sang anak masih terlalu hijau untuk melaksanakan shalat. Seolah shalat telah merampas buah hatinya, dan tidak memberinya manfaat. Shalat telah membuat anaknya penat, dan sungguh tidak menyenangkan. Shalat hanya menyia-nyiakan waktunya dan tidak membuatnya disiplin.

Namun sungguh menakjubkan, di usianya yang tidak lebih dari sepuluh tahun, si anak dengan polos menjawab kegalauan ibunya. Ia menolak dengan halus keinginan ibunya –agar ia tidak perlu bersusah payah untuk shalat-,

Kisah Masuk Islamnya Seorang Dokter Amerika Karena Satu Ayat Al-Qur’an


Kisah ini terjadi pada salah satu rumah sakit di Amerika Serikat.

Di rumah sakit tersebut, seorang dokter muslim bekerja dengan keilmuan yang sangat baik, sehingga memberi pengaruh besar untuk mengenal beberapa dokter Amerika. Dan dia, dengan kemampuan tersebut mengundang decak kagum mereka. Diantara para dokter Amerika ini, dia mempunyai satu teman akrab yaitu orang yang memiliki kisah ini. Mereka berdua selalu bertemu dan keduanya bekerja pada bagian persalinan.

Pada suatu malam, di rumah sakit tersebut terjadi dua peristiwa persalinan secara bersamaan. Setelah kedua wanita itu melahirkan, dua bayi tersebut tercampur dan tidak ada yang mengetahui masing-masing pemilik kedua bayi yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu. Kerancuan ini terjadi disebabkan